Jadwal Imunisasi 0–18 Tahun
Mengacu pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan program imunisasi Kemenkes RI.
Program pemerintah (gratis di fasilitas pemerintah)
Anjuran IDAI (tambahan)
Lahir (0–1 bulan)
-
Hepatitis B (HB-0)
Sebaiknya dalam 24 jam setelah lahir, didahului suntikan vitamin K1.
-
Polio tetes (OPV-0)
Saat lahir atau sebelum pulang dari rumah sakit.
-
BCG
Sebaiknya sebelum usia 1 bulan, paling lambat sebelum 3 bulan.
2 bulan
-
DTP-HB-Hib 1
Vaksin kombinasi difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan Hib.
-
Polio tetes 1
-
PCV 1 (pneumokokus)
Program pemerintah memberikan PCV pada usia 2, 3, dan 12 bulan.
-
Rotavirus 1
Dosis pertama diberikan pada usia 6–12 minggu.
3 bulan
-
DTP-HB-Hib 2
-
Polio tetes 2
4 bulan
-
DTP-HB-Hib 3
-
Polio tetes 3 + Polio suntik (IPV) 1
-
PCV 2
-
Rotavirus 2
6 bulan
-
PCV 3
Mengikuti jadwal IDAI (2, 4, 6 bulan).
-
Rotavirus 3
Hanya untuk jenis vaksin 3 dosis.
-
Influenza
Mulai usia 6 bulan, diulang setiap tahun.
9 bulan
-
Campak-Rubela (MR) 1
-
Polio suntik (IPV) 2
-
Japanese Encephalitis (JE)
Untuk daerah endemis atau rencana bepergian ke daerah endemis; konsultasikan ke dokter anak.
12–15 bulan
-
PCV booster
-
Varisela (cacar air)
Usia 12–18 bulan, 2 dosis dengan jarak 6 minggu sampai 3 bulan.
-
Hepatitis A 1
Mulai usia 1 tahun, dosis kedua 6–12 bulan kemudian.
18–24 bulan
-
DTP-HB-Hib booster
-
Campak-Rubela (MR) 2
-
Polio booster
-
Hepatitis A 2
6–12 bulan setelah dosis pertama.
2 tahun
-
Tifoid
Diulang setiap 3 tahun untuk vaksin polisakarida; tanyakan jenis vaksin ke dokter.
5–7 tahun
-
DT / DTP booster
Diberikan di sekolah lewat program BIAS kelas 1 SD.
-
Campak-Rubela (MR) 3
Diberikan di sekolah lewat program BIAS kelas 1 SD.
6 tahun ke atas
-
Dengue
2 dosis dengan jarak 3 bulan; konsultasikan ke dokter anak.
9–14 tahun
-
HPV
2 dosis dengan jarak 6–12 bulan. Program BIAS untuk siswi kelas 5 dan 6 SD.
10–18 tahun
-
Td / Tdap booster
Program BIAS kelas 2 dan 5 SD; diulang setiap 10 tahun.
Tanggal di atas perkiraan usia mulai. Jadwal akhir mengikuti anjuran dokter anak, kondisi kesehatan anak, dan jenis vaksin yang tersedia.
Imunisasi yang terlewat masih bisa dikejar; bawa buku KIA saat kontrol.